(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). karena itu, Barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, Maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan Barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), Maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.

(QS. Al Baqoroh: 185)

Arti Syahida : menghadiri atau menyaksikan sesuatu dengan mata kepala atau mata hati. Arti tersebut berkembang, antara lain “bukti’,’sumpah’, ‘gugur di medan perang’, ‘alam nyata’, ’pengakuan’, dan ‘surah keterangan’. (Munir al Baalbaki , Dr Rohi Baalbaki, Kamus al Maurid. Halim Jaya, 2006, hal 523) ( I.Sahabuddin Editor .Ensiklopedia Al-Qur’an , 2007. Lentera Hati, buku 3, hal 934-9350).

Sehingga ayat tersebut dapat diterjemahkan sebagai “Barangsiapa di antara kamu mempunyai BUKTI (bahwa bulan sudah terlihat dengan memakai perangkat yang diakui keakuratannya/sahih ) di bulan itu, maka hendaklah berpuasa dstnya.

Al Qur’an diturunkan pada abad ke VI , 40 tahun setelah Rasulullah saw lahir (571 M). Dapat dibayangkan keadaan masyarakat saat itu, termasuk bagaimana cara menentukan penanggalan yang menggunakan system Qomariyah (Bulan)

Ilmu Astronomi belum berkembang, maka wajar Rasullulloh saw menyampaikan :

Dari Ibnu Umar ra., ia berkata: Nabi saw.pernah menyingung-nyinggung tentang bulan Ramadhan sambil mengangkat kedua tangannya dan bersabda: “Janganlah kamu berpuasa sebelum kamu melihat awal bulan Ramadhan, dan janganlah kamu berbuka sebelum kamu melihat awal bulan Syawal. Apabila kamu tertutup oleh awan, maka hitunglah (jumlah harinya tiga puluh hari ). (Hadist no 781, Terjemah Hadist Shahih Muslim, Penerbit Husaini Bandung, hal 478, 2002 ).

Penduduk Muslim di Dunia

Mari kita cermati dulu jumlah penduduk dunia pada tahun 2010 sekitar 1, 6 miliar . dengan kenaikan di benua Amerika dari 0,3 % ( 5,2 juta ) menjadi 0,5 % (10, 9 juta) atau 100 %, dengan total jumlah seluruh dunia meningkat menjadi 2,1 Mliar pada tahun 2030. Jumlah penduduk berarti pada saat bulan Ramadhan tiba maka semakin banyak yang berpuasa. Kewajiban melaksaakan ibadah Saum (puasa) berlaku untuk ummat Islam di seluruh Dunia, berarti dimanapun berada dapat melihat, bersaksi bahwa ia telah mengetahui awal Ramadhan.

PlanetKriteria DanjonGambar ini menunjukan Bulan dapat dilihat hanya dari daerah dalam bentuk sesuai kapan dilihat, dengan ketentuan merupakan hasil pantulan cahaya matahari ke bumi. Oleh karena itu Bulan yang telihat akan berubah dari bentuk Bulan Sabit menjadi Bulan Purnama. Jarak rata-rata dari Bumi ke Bulan adalah 384,400 km. (Sun Rays =Sinar Matahari , New Moon –bulan baru waxing Cresent –bulan sabit naik, First Quarter –Bulan seperempat dstnya sampai Full Moon Bulan Purnama terus mengecil dan hilang). Mata manusia kemampuannya terbatas, sehingga tidak mungkin untuk melihat dengan jelas awal bulan., dengan mata biasa Bulan dapat dilihat sekitar 7 derajat diatas horizon.

Dengan tehnik Astrofotografy dengan tinggi Hilal lebih dari 2 derajat, dapat direkam Gambar Konyugasi sehingga Hari Esok sudah masuk dalam Bulan Baru.

Workshop

Hasil Pengamatan dan Pemotretan ( Bukti yang dapat disaksikan memakai alat ) dapat dilihat oleh siapa saja dengan bantuan siaran Televisi di seluruh Dunia. Dengan demikian tidak akan terjadi perbedaan dalam menetukan awal Ramadhan.

Bahwa tehnik astrofotografy belum ada saat Rasulullah saw, tentu saja karena ilmu pengetahuan termasuk Astronomy dan Fotografy belum secanggih sekarang. Contoh lain yang lebih hebat adalah Firman Alloh saw dalam Surah Ar-Rahman :

“Maka apabila langit telah terbelah dan menjadi merah mawar seperti (kilapan) minyak.” (QS 55:37)

Pada zaman Rasulullah saw, tentu arti ayat itu sangat sukar dipahami, tetapi dengan memakai Teropong Hubble maka Firman Alloh itu benar. Artinya kebenaran Al Qur’an tidak kita sangsikan. Oleh karena itu dalam memahami ayat 185 Surah Albaqarah dan Hadis Rasululloh saw tidak bertentangan. Astronomi (lmu Astronomi/Falaq , makin berkembang di kalangan sarajana Muslim).

Gambar. Mawar Merah dan Teropong Hubble (1999/2000 )

Alloh SWT yang Maha Mengetahui telah menyampaikan kebenaran bahwa menyaksikan bulan sudah terlihat dengan memakai teknologi adalah benar, sehingga mempersatukan Ummat Islam di seluruh Dunia Islam sudah tersebar di Dunia maka setiap ummat mempunyai hak untuk memperoleh bukti Bahwa Hilal sudah terlihat (terpotret), dan bukan hanya milik ummat Islam di Indonsia, atau di Malaysia, atau di Saudia, atau Eropa, atau Amerika, tetapi di seluruh Dunia. Para Ulama dan Cendekiawan di seluruh Dunia bersatulah, segera, memuwujudkan WORLD HILAL dengan memakia teknologi yang tepat untuk mempersatukan ummat, dan menunjukkan kebenaran Al Qur’an. Aamiin, Insya Allloh.

“Saya optimis masalah perbedaan yang selama ini terjadi, akan bisa teratasi dengan cara dan atau melalui ilmu pengetahuan dan teknologi. Saya sanga yakin perbedaan umat Islam di Indonesia bisa disatukan,” kata Din. (www.sangpencerah.com )

Sementara itu, penggagas metode Astrofotografi sendiri mengatakan, astrofotografi ini mampu dijadikan sebagai solusi penyatuan hisab dan rukyat. Bahkan, Agus sangat yakin, metode yang digagasnya itu bisa memberi hasil yang sama antara metode hisab dan rukyat. Melihat bulan dalam Hadis Rasululloh saw, melihat bulan dengan bantuan perangkat teknologi.

CASA n NASA

CASA dan NASA dipertemukan di Surabaya. Tgl 26-28 April 2014 ada agenda istimewa di Surabaya yakni Workshop Astrofotografi yang dipandegani Pak Ir. Agus Mustofa d an team di Padma Press. Acara ini mengundang secara khusus, pawang astrofotografi kelas dunia yakni Thierry Legault. Alasan pak Agus mengundang beliau adalah karena nama Thierry dijadikan nama asteroid dan dia pemegang rekor foto bulan sabit siang hari dengan elongasi terkecil. (http://blogcasa.wordpress.com/2014/05/29/casa-dan-nasa/#more-2370).

Metodologi astrofotografi ini berdasar Rukyah Qobla Ghurub (RQG). “Sekarang kita coba cermati pada sidang isbat tahun 2010, karena perbedaan pandangan, sidang diwarnai walk out. Kemudian tahun 2012, ada yang tidak hadir. Dan pemandangan yang sama juga terjadi di tahun 2013. Terlepas salah atau benar ternyata sidang isbat sudah tidak mampu lagi menjadi media pemersatu umat,” terang penulis buku berjudul: Jangan Asal Ikut-Ikutan Hisab dan Rukyat itu.

Foto pertama dari objek astronomi (bulan) diambil pada tahun 1840, tapi tidak sampai akhir abad ke-19 bahwa kemajuan teknologi memungkinkan untuk fotografi bintang yang lebih rinci. Selain mampu merekam secara detail benda seperti Bulan, Matahari, dan planet-planet, astrofotografi memiliki kemampuan untuk merekam objek gambar tidak terlihat oleh mata manusia seperti bintang redup, nebula, dan galaksi. ( Tablod 99.com, diunduh 14 Mei 2014 )

Dalam penelitian astronomi profesional, fotografi merevolusi lapangan, dengan eksposur lama merekam ratusan ribu bintang baru dan nebula yang tak terlihat oleh mata manusia, yang mengarah ke teleskop optik khusus dan semakin besar yang pada dasarnya besar “kamera” yang dirancang untuk mengumpulkan cahaya untuk direkam pada film.

Simpulan :

Al-Qur’an, Firman Allah swt telah memberi tahu kita bahwa Penetapan Awal Ramadhan dapat disaksikan melalui perangkat teknologi modern sehingga seluruh Ummat Islam di seluruh Dunia dapat melaksanakan Saum secara bersama. World Muslim Ru’yah, Insya Allloh dapat dilakukan. Aamiin

(Dede Kusmana, Pesantren Tahfizh Qur’an, MD Fathahillah, Saguling, Ciamis )

Rujukan :

Al Qur’an , Mushaf Al Firdaus , Al Fadihllah, 2012
Workshop Astrofotografy, http://blogcasa.wordpress.com/2014/05/29/casa-dan-nasa/#more-2370).
Achmad Sunarto,Kumpulan Hadis Sahih Muslim, hadis no 781 .Pener bit Husaini, Bandung, 2002..
Graphic muslim people in http://www.pewforum.org/files/2012/07/MDII-graphics- webready-02.png (diunduh melalui samsung galaxy grand prime14 Juni 2014)
From Quran Surat Ar-Rahman Ayah 37 and the Hubble Telescope via NASA See the attached picture file, the RED ROSE NEBULA, see what Quran said at Surah 55 (Ar-Rahman), Ayah 37!We see it now in the years 1999/2000! and Quran mentioned it almost 1400 years ago. The picture is taken by the NASA Hubble Space Telescope of the “Cat’s Eye Nebula.” It is an exploding star 3,000 lightyears away. They should have called it the “Oily Red Rose Nebula.” As the Quran states in Ar-Rahman, “When the sky is torn apart, so it was (like) a red rose, like `ointment.” Quran[Surah55:Ayah37]Red –Roses .http://www.dr-umar-azam.com/aspects_of_islam/index.htm.
Munir al Baalbaki , Dr Rohi Baalbaki, Kamus al Maurid. Halim Jaya, 2006, hal 523)
I.Sahabuddin Editor .Ensiklopedia Al-Qur’an , 2007. Lentera Hati, buku 3, hal 934-9