Ahlan Wa Sahlan di Website Official Perguruan MD Fathahillah

MDF Annual Competition #2019

28 Jan

MDF Annual Competition #2019

Di Ciamis ada satu Perguruan Islam yang siap mencetak generasi mellenial Qur’ani. Perguruan Islam MD Fathahillah di Desa Saguling, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis yang berdiri pada tahun 2011.

“Didirikannya perguruan ini tujuannya menyiapkan genertasi muda menjadi penghapal quran. Semua berpedoman terhadap Al Quran. Selain itu juga kami menyiapkan generasi yang memiliki jiwa enterpreneur melalui sekolah kejuruan perbankan,” ujar Ketua Dewan Pembina Yayasan MD Fathahillah Prof. Dr. dr. H. Dede Kusmana, kemarin.

Di Perguruan ini juga didirikan SMP Islam Terpadu (IT) yang berbasis Tahfiz Quran. Dede menerangkan di perguruannya juga menekankan kebersihan lingkungan, bahkan baik guru maupun pengurus Yayasan tidak ada yang diperbolehkan merokok di lingkungan tersebut.

“Harapannya dengan menciptakan generasi penghapal Al Quran bisa menyebar suatu saat nanti, khususnya untuk saguling sehingga bisa menciptakan lingkungan yang benar-benar islam, cinta damai, selain memiliki ilmu pengetahunan juga baca Al Quran,” ucapnya.

Upaya yang dilakukan Perguruan Islam MD Fathahillah untuk menarik minat masyarakat dengan menggelar kompetisi. Yakni MDF Annual Competition 2019. Yang diikuti oleh 330 peserta dari 39 lembaga sekolah SD dan MI ada DTA, SMP dan MTS se ciamis dan Tasikmalaya.

Lomba yang dilombakan yakni Tahfizh Al Quran juz 30. Lomba cerdasa cermat (LCC). Pidato bahasa Indonesia dan futsal. Sebagai salah satu sosialisasi perguruan tersebut dan ada siswa yang tertarik untuk bergabung.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Ciamis Dr. H. Wawan Ahmad Sofwan Arifien, MM yang membuka kegiatan kompetisi mengajak kepada masyarakat untuk mendukung perguruan islam MD Fathaillah tersebut. Pihaknya juga sangat mendukung program sebagai salah satu bentuk penguatan karakter anak.

Karena selain anak harus pintar juga harus memiliki karakter. Seperti karakter generasi qur’ani. Hal itu perlu diberikan.

“Ini harus disikapi bersama. Mendorong semuanya untuk smp bisa melanjutkan sambil belajar mengaji. Sebuah camp bagus melahirkan generasi qurani di ciamis,” pungkasnya. (KAPOL_Yogi T Nugraha)

Write a Reply or Comment