Rukyat Dunia (World Hilal)

(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). karena itu, Barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, Maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan Barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), Maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.

(QS. Al Baqoroh: 185)

Arti Syahida : menghadiri atau menyaksikan sesuatu dengan mata kepala atau mata hati. Arti tersebut berkembang, antara lain “bukti’,’sumpah’, ‘gugur di medan perang’, ‘alam nyata’, ’pengakuan’, dan ‘surah keterangan’. (Munir al Baalbaki , Dr Rohi Baalbaki, Kamus al Maurid. Halim Jaya, 2006, hal 523) ( I.Sahabuddin Editor .Ensiklopedia Al-Qur’an , 2007. Lentera Hati, buku 3, hal 934-9350).

Sehingga ayat tersebut dapat diterjemahkan sebagai “Barangsiapa di antara kamu mempunyai BUKTI (bahwa bulan sudah terlihat dengan memakai perangkat yang diakui keakuratannya/sahih ) di bulan itu, maka hendaklah berpuasa dstnya.

Al Qur’an diturunkan pada abad ke VI , 40 tahun setelah Rasulullah saw lahir (571 M). Dapat dibayangkan keadaan masyarakat saat itu, termasuk bagaimana cara menentukan penanggalan yang menggunakan system Qomariyah (Bulan)

Ilmu Astronomi belum berkembang, maka wajar Rasullulloh saw menyampaikan :

Dari Ibnu Umar ra., ia berkata: Nabi saw.pernah menyingung-nyinggung tentang bulan Ramadhan sambil mengangkat kedua tangannya dan bersabda: “Janganlah kamu berpuasa sebelum kamu melihat awal bulan Ramadhan, dan janganlah kamu berbuka sebelum kamu melihat awal bulan Syawal. Apabila kamu tertutup oleh awan, maka hitunglah (jumlah harinya tiga puluh hari ). (Hadist no 781, Terjemah Hadist Shahih Muslim, Penerbit Husaini Bandung, hal 478, 2002 ).

Penduduk Muslim di Dunia

Mari kita cermati dulu jumlah penduduk dunia pada tahun 2010 sekitar 1, 6 miliar . dengan kenaikan di benua Amerika dari 0,3 % ( 5,2 juta ) menjadi 0,5 % (10, 9 juta) atau 100 %, dengan total jumlah seluruh dunia meningkat menjadi 2,1 Mliar pada tahun 2030. Jumlah penduduk berarti pada saat bulan Ramadhan tiba maka semakin banyak yang berpuasa. Kewajiban melaksaakan ibadah Saum (puasa) berlaku untuk ummat Islam di seluruh Dunia, berarti dimanapun berada dapat melihat, bersaksi bahwa ia telah mengetahui awal Ramadhan.

PlanetKriteria DanjonGambar ini menunjukan Bulan dapat dilihat hanya dari daerah dalam bentuk sesuai kapan dilihat, dengan ketentuan merupakan hasil pantulan cahaya matahari ke bumi. Oleh karena itu Bulan yang telihat akan berubah dari bentuk Bulan Sabit menjadi Bulan Purnama. Jarak rata-rata dari Bumi ke Bulan adalah 384,400 km. (Sun Rays =Sinar Matahari , New Moon –bulan baru waxing Cresent –bulan sabit naik, First Quarter –Bulan seperempat dstnya sampai Full Moon Bulan Purnama terus mengecil dan hilang). Mata manusia kemampuannya terbatas, sehingga tidak mungkin untuk melihat dengan jelas awal bulan., dengan mata biasa Bulan dapat dilihat sekitar 7 derajat diatas horizon.

Dengan tehnik Astrofotografy dengan tinggi Hilal lebih dari 2 derajat, dapat direkam Gambar Konyugasi sehingga Hari Esok sudah masuk dalam Bulan Baru.

Workshop

Hasil Pengamatan dan Pemotretan ( Bukti yang dapat disaksikan memakai alat ) dapat dilihat oleh siapa saja dengan bantuan siaran Televisi di seluruh Dunia. Dengan demikian tidak akan terjadi perbedaan dalam menetukan awal Ramadhan.

Bahwa tehnik astrofotografy belum ada saat Rasulullah saw, tentu saja karena ilmu pengetahuan termasuk Astronomy dan Fotografy belum secanggih sekarang. Contoh lain yang lebih hebat adalah Firman Alloh saw dalam Surah Ar-Rahman :

“Maka apabila langit telah terbelah dan menjadi merah mawar seperti (kilapan) minyak.” (QS 55:37)

Pada zaman Rasulullah saw, tentu arti ayat itu sangat sukar dipahami, tetapi dengan memakai Teropong Hubble maka Firman Alloh itu benar. Artinya kebenaran Al Qur’an tidak kita sangsikan. Oleh karena itu dalam memahami ayat 185 Surah Albaqarah dan Hadis Rasululloh saw tidak bertentangan. Astronomi (lmu Astronomi/Falaq , makin berkembang di kalangan sarajana Muslim).

Gambar. Mawar Merah dan Teropong Hubble (1999/2000 )

Alloh SWT yang Maha Mengetahui telah menyampaikan kebenaran bahwa menyaksikan bulan sudah terlihat dengan memakai teknologi adalah benar, sehingga mempersatukan Ummat Islam di seluruh Dunia Islam sudah tersebar di Dunia maka setiap ummat mempunyai hak untuk memperoleh bukti Bahwa Hilal sudah terlihat (terpotret), dan bukan hanya milik ummat Islam di Indonsia, atau di Malaysia, atau di Saudia, atau Eropa, atau Amerika, tetapi di seluruh Dunia. Para Ulama dan Cendekiawan di seluruh Dunia bersatulah, segera, memuwujudkan WORLD HILAL dengan memakia teknologi yang tepat untuk mempersatukan ummat, dan menunjukkan kebenaran Al Qur’an. Aamiin, Insya Allloh.

“Saya optimis masalah perbedaan yang selama ini terjadi, akan bisa teratasi dengan cara dan atau melalui ilmu pengetahuan dan teknologi. Saya sanga yakin perbedaan umat Islam di Indonesia bisa disatukan,” kata Din. (www.sangpencerah.com )

Sementara itu, penggagas metode Astrofotografi sendiri mengatakan, astrofotografi ini mampu dijadikan sebagai solusi penyatuan hisab dan rukyat. Bahkan, Agus sangat yakin, metode yang digagasnya itu bisa memberi hasil yang sama antara metode hisab dan rukyat. Melihat bulan dalam Hadis Rasululloh saw, melihat bulan dengan bantuan perangkat teknologi.

CASA n NASA

CASA dan NASA dipertemukan di Surabaya. Tgl 26-28 April 2014 ada agenda istimewa di Surabaya yakni Workshop Astrofotografi yang dipandegani Pak Ir. Agus Mustofa d an team di Padma Press. Acara ini mengundang secara khusus, pawang astrofotografi kelas dunia yakni Thierry Legault. Alasan pak Agus mengundang beliau adalah karena nama Thierry dijadikan nama asteroid dan dia pemegang rekor foto bulan sabit siang hari dengan elongasi terkecil. (http://blogcasa.wordpress.com/2014/05/29/casa-dan-nasa/#more-2370).

Metodologi astrofotografi ini berdasar Rukyah Qobla Ghurub (RQG). “Sekarang kita coba cermati pada sidang isbat tahun 2010, karena perbedaan pandangan, sidang diwarnai walk out. Kemudian tahun 2012, ada yang tidak hadir. Dan pemandangan yang sama juga terjadi di tahun 2013. Terlepas salah atau benar ternyata sidang isbat sudah tidak mampu lagi menjadi media pemersatu umat,” terang penulis buku berjudul: Jangan Asal Ikut-Ikutan Hisab dan Rukyat itu.

Foto pertama dari objek astronomi (bulan) diambil pada tahun 1840, tapi tidak sampai akhir abad ke-19 bahwa kemajuan teknologi memungkinkan untuk fotografi bintang yang lebih rinci. Selain mampu merekam secara detail benda seperti Bulan, Matahari, dan planet-planet, astrofotografi memiliki kemampuan untuk merekam objek gambar tidak terlihat oleh mata manusia seperti bintang redup, nebula, dan galaksi. ( Tablod 99.com, diunduh 14 Mei 2014 )

Dalam penelitian astronomi profesional, fotografi merevolusi lapangan, dengan eksposur lama merekam ratusan ribu bintang baru dan nebula yang tak terlihat oleh mata manusia, yang mengarah ke teleskop optik khusus dan semakin besar yang pada dasarnya besar “kamera” yang dirancang untuk mengumpulkan cahaya untuk direkam pada film.

Simpulan :

Al-Qur’an, Firman Allah swt telah memberi tahu kita bahwa Penetapan Awal Ramadhan dapat disaksikan melalui perangkat teknologi modern sehingga seluruh Ummat Islam di seluruh Dunia dapat melaksanakan Saum secara bersama. World Muslim Ru’yah, Insya Allloh dapat dilakukan. Aamiin

(Dede Kusmana, Pesantren Tahfizh Qur’an, MD Fathahillah, Saguling, Ciamis )

Rujukan :

Al Qur’an , Mushaf Al Firdaus , Al Fadihllah, 2012
Workshop Astrofotografy, http://blogcasa.wordpress.com/2014/05/29/casa-dan-nasa/#more-2370).
Achmad Sunarto,Kumpulan Hadis Sahih Muslim, hadis no 781 .Pener bit Husaini, Bandung, 2002..
Graphic muslim people in http://www.pewforum.org/files/2012/07/MDII-graphics- webready-02.png (diunduh melalui samsung galaxy grand prime14 Juni 2014)
From Quran Surat Ar-Rahman Ayah 37 and the Hubble Telescope via NASA See the attached picture file, the RED ROSE NEBULA, see what Quran said at Surah 55 (Ar-Rahman), Ayah 37!We see it now in the years 1999/2000! and Quran mentioned it almost 1400 years ago. The picture is taken by the NASA Hubble Space Telescope of the “Cat’s Eye Nebula.” It is an exploding star 3,000 lightyears away. They should have called it the “Oily Red Rose Nebula.” As the Quran states in Ar-Rahman, “When the sky is torn apart, so it was (like) a red rose, like `ointment.” Quran[Surah55:Ayah37]Red –Roses .http://www.dr-umar-azam.com/aspects_of_islam/index.htm.
Munir al Baalbaki , Dr Rohi Baalbaki, Kamus al Maurid. Halim Jaya, 2006, hal 523)
I.Sahabuddin Editor .Ensiklopedia Al-Qur’an , 2007. Lentera Hati, buku 3, hal 934-9

Berteman dengan Al-Quran

Bismillahirrahmanirrahim.
Ciamis, 16 Oktober 2017, seperti biasa setiap hari Senin Pengurus dan Para Santri Tahfizh Qur’an MD Fathahillah mengikuti Apel Pagi dengan tertib, bertindak selaku Pembina apel kali ini adalah Ust. Dadang Musadad,Lc. (Pimpinan Pesantren Tahfizh Qur’an MD Fathahillah).

Beliau menyampaikan bahwa pertemanan sejati seseorang ialah pertemanan yang menciptakan kedekatan dan menumbuhkan keharmonisan, satu sama lain mengenal sosok dan kepribadiannya, hampir layaknya suami istri, ia sampai mengetahu karakter pasangannya, terkadang bahkan rahasia pribadinya pun. Demikian halnya dengan Al-Qur’an, manakala kita banyak bersama Al-Qur’an; membaca, menghapal, mentadabburi isi kandungannya, maka akan banyak mendapatkan rahasia (sirr), keagungan dan kemuliaan Al-Qur’an. Semakin kita dekat, kita gali, akan semakin banyak pula meraih apa yang terdapat dalam Al-Qur’an.

Mari sejenak kita merenung sembari mengevaluasi/bermuhasabah, apakah teman yang dekat dengan kita? Hp ataukah Al-Qur’an ? Pekerjaan ataukah Al-Qur’an ? TV ataukah Al-Qur’an ? Sampai saat ini sudah sejauh mana pengorbanan kita untuk Al-Qur’an? membacanya, menghafalnya, mentadabburi isi kandungan dan mengamalkannya. Pada salah satu ceramahnya,  Ust.Adi Hiyata,Lc. menyampaikan bahwa termasuk anugerah terindah yaitu jika anggota keluarga kita salah satunya ada yang hapal Al-Qur’an, terlebih jika semuanya, keberkahan insya Allah berlimpah. Mudah –mudahan kita semua diberikan kekuatan serta hidayah oleh Allah sehingga dapat terus berteman, bersahabat, berdekatan dengan Al-Qur’an, kebaikan dan keberkahan pun menghiasi dan menyertai hidup kita. Aamiin Yaa Rabbal ‘Aalamiin.

Siapa yang sangka, desa kecil Baregbeg Ciamis, justru memiliki sekolah islam yang maju.

Sadar akan landasan agama yang kuat bisa menjadi benteng ampuh dalam meredam hal negatif maka, keluarga Professor Haji Dede Kusmana, membangun pendidikan di tempat ini agar para generasi muda bisa maju dengan diringi ahlak yang baik.

SuratDunia ; Di jaman yang serba maju dengan teknologi yang semakin berkembang, pendidikan agama menjadi salah satu kunci yang bisa menghindari khususnya generasi muda dari pengaruh buruk yang terkadang tak bisa diawasi secara mudah. Dasar agama yang kuat diyakini bisa menjadi benteng ampuh dalam meredam hal-hal berbau negatif sekaligus siap menghadapi beragam tantangan maupun rintangan.

Masjid Al Fath

Menyadari pentingnya pendidikan agama disertai wawasan yang luas, perguruan islamic boarding school MD Fathahillah, berupaya untuk selalu membangun dan menyiapkan para generasi muda muslim untuk istiqomah mencintai Alquran. Cinta Alquran yang dibarengi dengan wawasan pengetahuan, kesehatan dan sikap baik, sholeh.

Yang menarik dari perguruan islam ini adalah, terdapat di desa kecil. Namun ketika memasuki sekolah ini, akan terlihat bangunan kokoh, asri dan yang terpenting bersih. Bagi perguruan MD Fathahillah, kebersihan merupakan moto hidup yang harus selalu dipegang, karena sesuai dalam agama, bersih merupakan bagian dari iman. Karena itu para santri di pesantren dan juga murid sekolah kejuruan di sini, sangat ditekankan mengenai tanggung jawab dalam memelihara lingkungan perguruan, yang nantinya akan menjadi bagian dari kebiasaan hidup selanjutnya. Maka sangatlah terasa kenyamanan ketika kita memasuki lingkungan perguruan islamic school ini.

Asrama Santri

Menurut Koordinator Pendidikan MD Fathahillah, Andang Heryahya, yang saat ini sedang menempuh pendidikan doktorat, salah satu wujud program perguruan islam di sini adalah bisa menghapal tiga puluh zuz Alquran, serta pembentukan jasmani dengan mengadakan berbagi eskul olah raga, seperti pencak silat misalnya. Kesehatan menjadi penting, karena tubuh yang sehat akan membantu kekuatan setiap santri dan murid di sini untuk menimba ilmu. Tak heran karena pemilik dari perguruan MDF ini adalah seorang professor kardiologi, karena itu kerap program kesehatan selain diterapkan dalam perguruan juga kadang diadakannya pemeriksaan gratis kepada warga setempat di perguruan MDF ini.

Pembina MDF

Bagi Perguruan islam ini mengantarkan anak-anak didik mereka menjadi anak sholeh dengan menghapal 30 zuz, selalu shalat berjamaah, tidak merokok, santun kepada orangtua, sesama manusia, memiliki wawasan yang luas dan bisa bergaul dan senang berteman dengan siapapun tanpa melupakan ahlak sebagai seorang muslim.

Perguruan islam ini sebenarnya sudah berdiri sejak lima tahun, yaitu berupa pesantren MDF. Dan kini berkembang dengan bertambahnya sekolah kejuruan menengah ke atas. Perkembangan ini diresmikan oleh Wakil Gubernur Jawa Barat, H. Deddy Mizwar. Demiz mengaku bangga sekaligus terkesan dengan konsep dan komitmen yang terus digelorakan pengelola lembaga pendidikan MDF ini. Menurutnya ditengah pesatnya kemajuan berita teknologi terbaru saat ini, orangtua tidak bisa terus menerus mengawasi dan memperhatikan anak saat menggunakan HP. Karena, rawan mengakses informasi yang negatif. Karena itu menurut Demiz, agar akhlak generasi muda kita tidak mudah terpengaruh hal negatif, maka disinilah diperlukannya pendidikan agama di setiap sekolah. Pendidikan agama yang baik, yang bisa membuat para generasi muda memahaminya, menjadikannya sebagai tameng dan benteng menepis hal negatif.

Perguruan MD Fathahillah, memang menekankan kepada pentingnya ilmu kepada para anak-anak didik mereka. Ilmu agama dan ilmu pengetahuan yang luas. Karena berilmu merupakan kewajiban bagi setiap umat islam yang disertai dengan iman dan ahlak yang mulia. Para pengajar pendidikan di perguruan ini, adalah lulusan S2 dan beberapa merupakan lulusan dari luar negeri, Korea dan Al Azhar Kairo.

Berdirinya perguruan ini, membawa kemajuan bagi desa Baregbeg, karena kini desa kecil ini memiliki sebuah mesjid yang berdiri dengan kokoh juga sekolah islam yang muridnya berdatangan dari berbagai daerah. Dan salah satu yang menarik adalah, Ketua Yayasan dari Perguruan MDF ini justru adalah seorang ibu dari tiga anak. Merasa betapa pendidikan sangatlah penting bagi perkembangan seorang anak inilah yang mendorong Ibu Hajjah Lies Kusmana, berkeinginan untuk membangun para anak bangsa menjadi generasi yang baik dan berguna.

Masjid Al Fath

Perguruan Islamic School MD Fathahillah:
JL. Pesanggrahan Desa Saguling. Kecamatan Baregbeg. Kabupaten Ciamis.

 

Sumber : https://www.suratdunia.com/articles/31

Sambutan Ketua YMDF dan Pembina

Bismillahirrahmannirrahiim, Alhamdulillahirrobbil alaamiin, Alluhumma sholi ala sayidina  Muhammad, wa ala ali sayidina Muhammad, wa alihi wa shohbihi ajma’in. Puji syukur kehadhirat Illahi Robbi, Salam dan Shalawat  semoga senantiasa terlimpah kepada junjunan kita, Nabi Muhammad saw, para sahabat yang setia termasuk kita, Insya Allah mendapat syafaat di yaumil akhir, Aamiin.

Terima Kasih atas  perkenan Bapak  Wagub Jawa Barat Bapak Deddy Mizwar, MSi. Bp. Prof. Dr. Didin Hafidhuddin, MSc, Bapak Bupati yang masih dalam perjalanan.  Bapak H. D. Iskandar,  Kepala Biro Pemda Propinsi Jabar, Bapak Ketua MUI, KH. Ahmad Hidayat, Bapak H. Didin Jalaludin dan istri,  Abah Maman, Para Alim -Ulama dan Tokoh Masyarakat. Yang saya hormati, Sahabat kami Bapak Prof Dr dr. Idris Idham, Bapak Prof. Dr. Harmani Kalim,  beserta para  Istri, para Alumni, Santri Tahfizh dan Siswi/siswa SMK  yang  saya banggakan, semua wargi anu sarumping, Paguyuban Jakarta dan Ciamis , seluruh Panitia dan  semua tamu, hadirin dan hadirat. Wilujeng Sumping. Marhaban Ahlan Wasahlan.

Komplek Perguruan ini dimulai dengan bangunan Pesantren Tahfizh Qur’an 2011, dilanjutkan menjadi Komplek yang terdiri dari Masjid Al Fath, Asrama, Rumah ustadz dan Guru, serta Bangunan SMK selama 2 tahun, dengan biaya hampir seluruhnya  dari Keluarga dan  sumbangan dermawan yang ikhlas tanpa meminta disampaikan namanya. Terima Kasih, hatur nuhun ka sadayana.

Perguruan Islam ini diberi nama MD Fathahillah, mengandung arti Kemenangan, Ampunan, Ketenangan dan Keimanan kepada siapapun yang menimba ilmu  di Perguruan ini, sesuai dengan surat Al Fath yang menghiasi Masjid dalam bentuk Kaligrafi. Allahu ya Aamiin .

1. Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata,

2. supaya Allah memberi ampunan kepadamu terhadap dosamu yang telah lalu dan yang akan datang serta menyempurnakan nikmat-Nya atasmu dan memimpin kamu kepada jalan yang lurus,

3. dan supaya Allah menolongmu dengan pertolongan yang kuat (banyak)

4. Dia-lah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati (Qolbu) orang7orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada).

Setiap bayi lahir diberi nama, demikian juga suatu organisasi kemasyarakatan, sekolah ataupun perguruan, maka Perguruan ini diberi nama Perguruan Islam MD Fathahillah, sesuai dengan Surat Al Fath dan juga nama anak kami yang ke 3, Muhammad Danu Fathahillah almarhum, sehingga membedakan dengan nama Fathahillah lainnya, yang secara legal telah mendapat pengesahan dari Pemerintah/ Menhukam dan Kemenag Kabupaten Ciamis, dan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat. Pada kesempatan ini kami haturkan terima kasih .

Pesantren Tahfizh khusus  di Desa Saguling, Kecamatan Baregbeg ini yang pertama berdiri termasuk di Kabupaten Ciamis, para Santri yang menimba Ilmu berasal dari seluruh Indonesia, mulai dari Aceh, Batam, Riau, Padang, Palembang, Banjarmasin, Balikpapan, Makasar, NTB, NTT, Tanggerang, Jakarta, Bogor, Subang, Garut, Cirebon, Cilacap, Tegal, Lamongan dan tentu Ciamis dan Tasikmalaya. Program Tahfizh  selama 2 tahun, selanjutnya Pengabdian 1 tahun dan meneruskan menjadi Musyrif atau Guru ditempat masing-masing. Tiga Santri melanjutkan ke Perguruan Tinggi. satu di NTB (Fakultas Tehnik Sipil) , satu di Bisnis Internasional (sekarang di Papua ), satu di UII Fakultas Hukum Islam, Yogyakarta. Program 2 tahun melalui seleksi ketat, maka menghasilkan 16 Santri  mampu menyelsaikan 30 juz dari 20 Santri atau 80 % mencapai target.

Sesuai dengan cita cita (visi) menjadi Perguruan Islam dengan unggulan Tahfizh berbasis ke-Ilmuan dan Profesionalisme maka tahun ini didirikan SMK Ekonomi Syariah Perbankan, BMT Syariah, Majlis Ta’lim, Tahfizh Anak-Anak, dan Insya Allah menyusul TA-UM (Tahfizh Usia Manula) buat yang sepuh–sepuh, Aamiin.

Pemerintah Desa Saguling, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis dan Propinsi Jawa Barat tentu merasa bangga dengan berdirinya Perguruan Islam MD Fathahillah, yang Insya Allah akan terus mendukung dan meningkatkan bantuan menjadi Perguruan Islam Nasional berbasis Tahfizh dan Ekonomi Syariah sehingga  dikenal secara Internasional. Bapak Wagub tadi menanyakan apakah sudah sampai Perguruan Tinggi? Insya Allah dengan bantuan Pemda Jawa Barat, kita do’akan beliau menjadi Gubernur sehingga beliau suatu saat  akan meresmikannya. Kita doa’kan beliau terpilih menjadi Guberenur, Aaamiin.

Ciamis sebagai Kota masyhur tempat  Pendidikan Santri yang mempunyai semangat  juang yang tinggi menjadi kebanggan masyarakat Jawa Barat dan Indonesia . Dari Ciamis kita Bangkit ! Allahu Akbar !

Terima kasih atas dukungan para Alim Ulama, tokoh masyarakat dan penduduk sekitar pesantren selama ini. Terima kasih para donatur yang hadir maupun yang tidak dapat hadir, namun mereka tetap mendoakan Perguruan Islam MD Fathahillah dan Insya Allah dilanggengkan sifat  kedermawannya, Aamiin. Terima kasih kepada Bapak Wagub Deddy Mizwar, Msi yang  berkenan memberikan kata Sambutan dan meresmikan Perguruan ini. Terima kasih kepada Bapak KH.Prof. Didin Hafidhuddin MS.c atas kesediaan menyampaikan Tausyiah kepada kami semua yang hadir. Selanjutnya kami mohon Bapak Wagub menyampaikan sambutan dan sekaligus meresmikan  Perguruan Islam MD Fathahillah, Hatur Nuhun.

Tidak ada gading yang tidak retak, mohon dibukakan pintu maaf atas kehilafan,  kekeliruan, kekurangan  dalam acara ini. Hapunten anu kasuhun.

Billahi Taufiq wal Hidayah , Wasalamualaikum wr wb.

Ketua dan Pembina YMDF

Malamku di Masjid Al Fath

Muhammad Rizkhon Al Qorni

(Santri Asal Tanggerang, Hapalan 9 Juz)

 

Semangat-semangat jangan menyerah
Bimbingan-Mu dan motivasi
Menggelayuti disetiap detik nafasku

Dibawah nanungan kubah mas dan empat menara Masjid Al Fath
Yang berselimut taman-taman bunga dan bringin kencana
Membuatku terasa tenang ketika menghapal

Pagi, siang, sore dan malam
Suara mengaji masih tetap terdengar dari dalam Masjid

Kerlap-kerlip bintang menghiasi malam
Ditemani dengan secangkir kopi panas agak berasap
Menemaniku dengan begitu hangat
Membuatku tak terasa bahwa telah larut malam

Aksi 212 ; Aksi Yang Membawa Berkah

Kalau ada yang nanya  aksi apa yang membawa berkah ? ya jawabanya adalah aksi 212, aksi  bela islam 212 yang di ikuti oleh jutaan umat islam di Indonesia. Ini bukan masalah harta namun ini bukti kecintaan kepada Al-Qur’an.

Ini bukan masalah politik namun ini masalah penistaan terhadap Kitab Suci Umat Islam. Kita bisa bayangkan Jutaan umat islam berkumpul di pusat ibu kota dengan satu tujuan, tanpa berebutan makanaan, minuman dan mereka saling membantu satu sama lain, bukan hanya itu taman ibu kota, kebersihan semuanya mereka jaga. Mereka datang dari berbagai daerah menuju ibu kota, dengan berbagai cerita, ada yang jalan kaki menuju ibu kota, ada yang naik bis namun di haling-halangi dalam perjalanan, ada yang nyewa pesawat, kreta dan alat tansportasi lainnya.

Bukan hanya itu para dermawan bersedekah berbagai makanan dan minuman bahkan barang-barang , ini semua mereka lakukan demi kecintaan kepada Al-Qur’an, kecintaan kepada agama Allah Swt. Ini bukan lagi manusia yang menggerakan namun Allah Swt mengetuk hati setiap orang beriman untuk berkerak menuju satu perjuangan membela Agama islam dan Kitabnya yang di nistakan. Tidak akan ada yang mau berjalan ratusan kilo meter tanpa tujuan dan iming-iming hadiah, namun kalau allah yang menggerakan walau tidak ad aiming-iming hadiah dari manusia namun ia rela kepanasan, kehujanan, kecapaian karena semua ini semata – mata Allah Swt yang menggerakan.

Buat apa cape-cape ke ibu kota, berdesak-desakan, hujan-hujanan, panas-panasan, mungkin sebagian orang ada yang berkata seperti itu namun orang yang hatinya terpanggil untuk membela Al-Qur’an semua itu tidak ada apa-apanya bahkan mereka mati pun sudah tidak takut, karena ini Al-Qur’an yang di perjuangkan.

Kalau kita bandingkan aksi 212 dengan aksi lain jauhnya beda malah pake jauh amet, mereka berjuang demi iming-iming duit atau dalam bentuk apapun itu, namaun 212 beda mereka tidak butuh itu karena mereka yakin itu semua tidak ada apa-apanya dibanding dengan berbagai nikmat yang allah berikan. Sehingga aksi 212 penuh dengan berkah, makanan dimana-mana, minuman dimana-mana, bahkan yang pulang bawa oleh-olehpun itu tidak harus beli dulu. Kebersihan terjaga, tanaman terjaga dan juga kesehatan pun dijaga oleh Allah Swt.
Semoga kita selalu ada dalam lindungan dan bimbingan Allah Swt selamanya Amin.

Alumni 212

Kaya Dengan Sedekah

Ayat-Ayat

Sedekah”Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipat-gandakan (pembayarannya oleh Allah) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak.” (QS.Al-Hadid:18)

“Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik, maka Allah akan melipatgandakan pembayaran kepadanya dengan kelipatan yang banyak, dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan”. (QS. Al-Baqarah: 245)

“Dan apakah (kerugian) yang akan menimpa mereka jika mereka beriman kepada Allah dan hari akhirat, serta mereka mendermakan (sedekah) sebagian dari harta yang telah dikurniakan Allah kepada mereka?” (QS. An-Nisa:39).

“Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisik-bisikan mereka, kecuali (bisik-bisikan) orang yang menyuruh bersedekah atau berbuat kebaikan atau mendamaikan di antara manusia dan sesiapa yang berbuat demikian dengan maksud mencari keridaan Allah, tentulah Kami akan memberi kepadanya pahala yang amat besar” (QS. An-Nisa:114).

“Wahai orang-orang yang beriman! Sebarkanlah sebahagian dari apa yang telah Kami berikan kepada kamu, sebelum tibanya hari (kiamat) yang tidak ada jual beli padanya dan tidak ada kawan teman (yang memberi manfaat), serta tidak ada pula pertolongan syafaat dan orang-orang kafir, mereka itulah orang-orang yang zalim” (QS. Al-Baqarah:254).

Hadits-Hadits

Sedekah“Sesungguhnya sedekah seseorang walau hanya sesuap, akan dikembangbiakkan oleh-Nya seperti gunung, maka bersedekahlah.” (HR. Bukhari dan Muslim).

“Harta itu tidak akan kurang dengan disedekahkan.” (HR. Imam Muslim).

Dari Ali bin Abi Thalib r.a., Rasulullah saw. bersabda, “Segeralah bersedekah, sesungguhnya musibah tidak dapat melintasi (mendahului) sedekah.” (Razin, Misykât). Ali berkata: “Pancinglah rezeki dengan sedekah.” “Setiap awal pagi saat matahari terbit, Allah menurunkan dua malaikat ke bumi. Lalu salah satu berkata, ‘Ya Allah, berilah karunia orang yang menginfakkan hartanya. Ganti kepada orang yang membelanjakan hartanya karena Allah’. Malaikat yang satu berkata, ‘Ya Allah, binasakanlah orang-orang yang bakhil.” (Muttafaq ‘Alaih dari Abu Hurairah).

Ucapan Terimakasih Banyak Kepada Seluruh Donatur diantaranya :

1. Keluarga Bapak Prof.Nurul Akbar
2. Bapak Dr.Sunu
3. Bapak Dr.Muzakir
4. Keluarga Bapak Prof. Ali Sulaiman
5. Bapak Baburahman
6. Ibu Kus Puji Raharjo
7. Keluarga Bapak Prof. dr. Mutholib
8. Keluarga Prof. dr. Wiguno

yang telah mensedekahkan sebagian harta kekayaanya untuk keperluan Pondok Pesantren Tahfizh Qur’an MD Fathahillah, semoga Allah Swt membalas kebaikan ibu bapa dengan balasan kebaikan yang berlipat ganda. Amin

Bekerja Yang Tak Sekedar Bekerja

Jurus Jitu Bekerja Jadi Ibadah dan Penuh Berkah”
Tidak sedikit orang lebih mementingkan pekerjaannya dari pada menunaikan seruan Allah SWT, sehingga hal ini mempengaruhi terhadap nilai keberkahan dan berpengaruh pula terhadap model bekerja yang tidak diridhai Allah, maka dari itu sedikit akan saya suguhkan bagaimana supaya bekerja menjadi tidak sekedar bekerja, artinya bekerja yang tidak cuma–cuma namun benar–benar dalam rangka beribadah kepada Allah SWT, sehingga pekerjaan kita berlimpah berkah dan bernilai ibadah.
Jurus yang pertama adalah luruskan niat. Hal ini sebagimana dilandasi hadtis yang diterima Umar ra. bahwa Rasulullah Saw.. bersabda, “Amal itu tergantung niatnya, dan seseorang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, dan barang siapa yang hijrahnya karena dunia atau karena wanita yang hendak dinikahinya, maka hijrahnya itu sesuai ke mana ia hijrah.” (HR. Bukhari, Muslim, dan empat imam Ahli Hadits)

Hadits ini memberikan gambaran kepada kita bahwasanya semua perbuatan yang kita lakukan itu kembali kepada niat.  Niat adalah perkara hati yang urusannya sangat penting, seseorang bisa naik ke derajat shiddiqin dan bisa jatuh ke derajat yang paling bawah disebabkan karena niatnya.

Bekerja bukan hanya sekedar untuk mencari penghasilan yang besar, namun semua itu harus dilandasi dengan niat yang baik, niat bekerja karena Allah, supaya kebutuhan keluarga dapat terpenuhi, terbebas dari kefaqiran,  dapat membantu orang yang membutuhkan dan lain-lain. Apabila niat kita lurus, maka insya Allah pekerjaan kita akan menjadi ibadah dan tidak sia-sia serta setiap pekerjaan berefek positif terhadap apa yang diniatkannya. Penyesalan bagi kita manakala kita bekerja puluhan tahun dan semua itu tidak bernilai ibadah.

Jurus yang kedua adalah luangkan waktu untuk Allah, niscaya Allah akan meluangkan waktu untuk kita. Ada beberapa lembaga, baik lembaga pemerintahan ataupun lembaga swasta, termasuk lembaga perusahaan yang menjadikan budaya kerja yang baik sebagai salah satu upaya agar pekerjaanya penuh berkah dan perusahaannya berkembang. Salah satu contonya adalah sebelum bekerja dibiasakan shalat dluha dan berdo’a bersama, tilawah al-Qur’an, membacakan asmaul husna, ketika datang waktu shalat semua aktivitas diberhentikan, semuanya shalat berjamaah. Di akhir setelah selesai bekerja, dievaluasi dan ditutup dengan berdo’a bersama. Ini merupakan salah satu contoh dari sekian banyak contoh prilaku yang diyakini akan berpengaruh terhadap pekerjaan yang kita lakukan.

Gambaran budaya kerja ini setidaknya memberikan informasi kepada kita bahwa betapa pentingnya meluangkan waktu untuk Allah.  Dari 24 jam waktu yang kita pergunakan, dengan berbagai fasilitas dan berbagai kenikmatan yang Allah berikan kepada kita, apakah tidak ada waktu sedikit pun yang diluangkan untuk Allah ?.  Na’udzubillahimindzalik.

Salah satu ungkapan terkenal Ustad Yusuf  Mansur, “Allah Dulu, Allah Lagi, Allah Terus”.  Salah satu contoh, kita shalat dluha terlebih dahulu sebelum bekerja, kita juga laporan kepada Allah, kita utamakan perintah Allah dan Rasulnya Muhammad Saw.. Bukankah dluha dianjurkan dan bukankah dluha banyak keutamaanya, sebagaimana dalam sebuah hadits dijelaskan, “Pada pagi hari diharuskan bagi seluruh persendian diantara kalian untuk bersedekah. Setiap bacaan tasbih (subhanallah) bisa sebagai sedekah, setiap bacaan tahmid (alhamdulillah) bisa sebagai sedekah, setiap bacaan tahlil (laa ilaha illallah) bisa sebagai sedekah, dan setiap bacaan takbir (Allahu akbar) juga bisa sebagai sedekah. Begitu pula amar ma’ruf (mengajak kepada ketaatan) dan nahi mungkar (melarang dari kemungkaran) adalah sedekah. Ini semua bisa dicukupi (diganti) dengan melaksanakan shalat Dluha sebanyak 2 raka’at” (HR. Muslim no.  720).

Padahal persendian yang ada pada seluruh tubuh kita sebagaimana dikatakan dalam hadits dan dibuktikan dalam dunia kesehatan adalah 360 persendian. ‘Aisyah pernah menyebutkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Sesungguhnya setiap manusia keturunan Adam diciptakan dalam keadaan memiliki 360 persendian” (HR. Muslim no. 1007). Hadits ini menjadi bukti selalu benarnya sabda Nabi Saw.. Sedekah dengan 360 persendian ini dapat digantikan dengan shalat Dluha.

Dikatakan pula dalam hadits lain mengenai keutamaan sahalat dluha  dalam sebuah hadis qudsi “Allah Ta’ala berfirman: Wahai anak Adam, janganlah engkau tinggalkan empat raka’at shalat di awal siang (di waktu Dluha). Maka itu akan mencukupimu di akhir siang.” (HR. Ahmad (5/286), Abu Daud no. 1289, At Tirmidzi no. 475, Ad Darimi no. 1451).

Nah itulah beberapa keterangan mengenai keutamaan  shalat dluha. Bukan hanya itu, kita meluangkan waktu  untuk tilawah, berdo’a bersama, shalat berjamaah awal waktu. Tidak cukup hanya mengetahui  keuatamaan  amalan-amalan tersebut, namun laksanakan serta yakinlah bahwa dengan izin Allah pekerjaan kita akan penuh berkah (perusahaan berkembang, karyawannya jujur dan profesional, dll). Hal ini kita lakukan supaya kita tidak terlenakan dengan kesibukan dunia, namun kita utamakan waktu untuk Allah, karena kalau kita mengutamakan Allah, maka aktivitas kita pun akan dibimbing oleh allah SWT, sehingga pekerjaanya insya Allah diridhai, menjadi ibadah dan berkah.

Kesimpulannya adalah mari luruska niat ketika akan memulai suatu pekerjaan dan jangan terlenakan dengan kehidupan dunia, luangkan waktu untuk Allah dalam kondisi apapun dan sesibuk apapun, sebab kalau kita meluangkan waktu untuk Allah, maka Allah akan meluangkan waktu untuk kita.

Pembaca yang budiman, itu barangkali Dua Jurus Jitu  dari sekian banyak jurus-jurus, supaya pekerjaan kita bernilai ibadan dan berlimpah berkah. Semoga tulisan ini bermanfaat dan mohon maaf apabila terdapat kata-kata yang kurang pas dan salah dalam penulisanya.

Penulis : Kang Komar

Ada Yang Lebih Baik Dari Dunia

Oleh: Andang Heryahya, M.Pd.I.,M.Pd

(Mahasiswa Program Doktor di UNJ dan Koordinator Pendidikan Pesantren Tahfizh Quran MDF)

Para pembaca yang berbahagia, sebagai pengantar dari tulisan sederhana ini mari kita baca pesan Allah SWT dalam surat Al Imron ayat 14 sampai 17, Allah SWT berfirman:

“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang di-ingini, berupa: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga). Katakanlah, ‘Inginkah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu?’ Untuk orang-orang yang bertakwa (kepada Allah), pada sisi Tuhan mereka ada surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya. Dan (mereka dikaruniai) istri-istri yang disucikan serta keridhaan Allah. Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hambaNya. (Yaitu) orang-orang yang berdoa, ‘Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami dan peliharalah kami dari siksa neraka. (Yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap taat, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah), dan yang memohon ampun di waktu sahur.”

Dalam Tafsir Ibn Katsir dijelaskan bahwa Allah telah memberitahukan berbagai jenis kenikmatan yang dijadikan indah bagi manusia dalam kehidupan dunia, yaitu wanita dan anak-anak, harta berupa emas, perak dan lain-lain. Allah memulai dengan wanita karena ia merupakan fitnah paling berat. Rasulullah SAW bersabda “Tiada aku tinggalkan fitnah yang lebih berbahaya bagi kaum laki-laki dari pada (fitnah) wanita”.

Demikian juga dengan harta kekayaan, terkadang berujung kepada kemegahan dan kesombongan. Perilaku tersebut tentunya sangat di cela. Namun disisi yang lain, harta kekayaan-pun dapat dijadikan untuk berinfak kepada karib kerabat, sarana silaturahim dan digunakan untuk tujuan yang baik lainnya. Harta demikian dipuji oleh Allah SWT.

Dalam ayat 16 dan 17 Allah SWT Yang Maha Suci lagi Maha Agung menyifati hamba-hamba-Nya yang bertaqwa, dan Dia menjanjikan kepada mereka pahala yang banyak. Allah berfirman orang-orag yang berdoa Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah beriman kepada-Mu, kitab-Mu dan Rasul-Mu maka ampunilah dosa-dosa kami melalui keimanan kami kepada-Mu dan kepada hukum yang telah Engkau syariatkan kepada kami.

Kemudian, penggalan terkahir dari ayat tersebut diatas, menunjukan keutamaan beristigfar di waktu dini hari. Rasulullah SAW bersabda “Allah Yang Maha Suci lagi Maha Agung  turun ke langit dunia pada setiap malam, yaitu ketika masih tersisa sepertiga malam terakhir. Dia berfirman ‘adakah yang meminta akan Aku beri, adakah yang berdoa akan Aku kabulkan dan adakah yang beristigfar maka akan Aku ampuni”

Para pembaca yang dirahmati Allah, kesempatan terbaik itu Alhamdulillah masih Allah berikan kepada kita. Beberapa jam ke depan Insya Allah kita akan tiba memasuki malam dan akan melewati di sepertiga malam. Allah SWT menanti kita. Kita belajar bersama-sama untuk mengoptimalkan di waktu terbaik tersebut. Bangun dan berdoa sehabis tidur, kemudian bergegas mengambil air wudhu, beristigfar memohon ampun kepada Allah SWT lalu berdzikir, berdiri ruku dan sujud. Kemudian berdoa dengan penuh kesungguhan dan penuh keyakinan, apa yang kita minta yakin Allah akan memberinya, apa yang kita panjatakan yakin seyakin-yakinnya pasti akan Allah SWT kabulkan. Kemudian, ditutup dengan membaca Al Quran. Kurang lebih selama satu jam setengah mulai dari sholat sampai membaca Al Quran, bahkan bisa lebih dari waktu itu. Waktu terbaik kita “dedikasikan” hanya untuk Allah SWT, Tuhan yang Maha Pengasih dan Penyayang Tuhan yang Maha Memberi Perlindungan dan Pertolongan.

Ibarat seseorang yang mau bekerja sebagai karyawan baru, ia terlebih dahulu harus mengikuti proses seleksi wawancara dan harus mempersipakan segala sesuatunya agar dapat mengikuti wawancara dengan baik. Sudah bisa dipastikan, jika yang bersangkutan tidak mempersiapkan bahkan tidak mengikuti wawancara, maka kemungkinan besar tidak akan dapat diterima sebagai karyawan. Begitu juga dengan penjelasan diatas, waktu terbaik di sepertiga malam untuk ‘proses wawancara’ kita dengan Allah SWT. Wawancara yang insya Allah akan menghadirkan kecintaan Allah SWT, mendatangkan keselamatan, keberkahan dan kebahagiaan. Syarat terberatnya adalah mengalahkan rasa ngantuk dan nikmatnya tidur. Ingatan kita harus terus dilatih, bahwa ada yang lebih baik daripada nikmatnya dunia.

Dunia dan se-isinya yaitu wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang tidak boleh mengalahkan keindahan dan kenikmatan yang hakiki. Hati-hati ketika berinterkasi dengan harta tentunya harus menjadi prioritas. Banyak contoh manusia yang tumbang dan gagal ketika berhadapan dengan dunia. Tidak sedikit manusia yang celaka diakhir masa hidupnya karena terlalu menggenggam dunia di dalam hatinya. Ia lebih memilih membangga-banggakan harta dan lain-lain, ketimbang memperbanyak sedekah dan infak. Lebih senang membeli barang mewah, membangun rumah megah atau memilih menyimpan uang menumpuk di tabungan tanpa dimanfaatkan, daripada ikut berpartisipasi aktif membiayai pembanguan sekolah pondok pesantren atau menjadi orang tua asuh pendidikan tahfizh anak yatim. Bahkan ada yang terjebak menjadikan dakwah sebagai bisnis, menjadi sumber pendapatan, bukan sebaliknya bisnis menjadi dakwah. Kaya dengan pola hidup sederhana tentunya jauh lebih menentramkan. Pembaca sekalian, ada yang jauh lebih baik dari dunia, ada yang lebih membahagiakan daripada dunia.

Mudah-mudahan kesempatan yang masih ada ini bisa terus kita optimalkan, Insya Allah ini adalah bekal terbaik dalam menjalani kehidupan, bekal terbaik untuk menghapi syakaratul maut dan bekal terbaik untuk memasuki alam kubur kelak. Bekal terbaik untuk mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat, mendapatkan surga Allah SWT. Insya Allah. Amin.

Al-Quran Bukan Monumen Mati

Al-Qur’an dapat diibaratkan sebagai monument, yaitu semacam “bangunan” peringatan bersejarah, peringatan turunnya kalam Allah SWT. Di bumi, peringatan lahirnya mukjizat terbesar Rasululloh SAW., Peringatan keshohihan dan keparipurnaan Agama Islam, peringatan lurusnya perilaku kaum muslimin, dan berbagai peringatan lainnya.

Akan tetapi, keberadaan Al-Qur’an sebagai monumen tidaklah sekadar laksana monument perjuangan kepahlawanan yang sebatas diihat, dikunjungi, dan dipertontonkan, namun Al-Qur’an adalah monument hidup yang harus dibaca, ditulis, dipahami, dihayati, serta dijadikan sebagai panduan dan pelita hidup sehari-hari dalam kapasitas peribadi, berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Ia tidak boleh sekadar dibuat aksesoris, pajangan, pameran, atau tujuan wisata, sebatas dilihat dan dipertontonkan, lebih-lebih diletakan diposisi belakang, tidak dijadikanya sebagai panduan hidup, justru kendala-kendala hidup yang harus disingkirkan, setidaknya disia-siakan.

Fenomena dijadikanya Al-Qur’an diposisi belakang atau terbuang ini selalu menjadi kegelisahan Rasululloh SAW. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an.

“Berkatalah Rasul,’Ya tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al-Qur’an ini suatu yang tidak diacuhkan (disingkirkan, terbuang) .” (AL-FURQON:30)

Atas dasar ini, Al-Qur’an seharusnya dijadikan monument hidup. Dengan cara bagaimana? Syekhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan, “Barangsiapa tidak membaca Al-Qur’an, maka dia benar-benar membuang kitab suci itu (menyingkirkannya atau tidak mengacuhkanya). Barangsiapa membaca Al-Qur’an dan tidak merenungi makna-makananya, maka dia juga benar-benar membuangnya. Barang siapa membaca dan merenungi makna-maknanya namun tidak mengamalkanya, maka demikian pula dia termasuk membuangnya.”

“Orang-orang yang akrab dengan Al-Qur’an mereka adalah keluarga’ Allah dan orang-orang sepesialnya.” (HR Nasa’I Ibnu Majah)

Rasululloh SAW. Menyatakan, orang yang dirongga dadanya tidak terdat Al-Qur’an sama sekali mak ia bagaikan rumah yang rusak. Sabda beliau,

“Sesungguhnya orang yang didalam rongga dadanya tidak ada sedikitpun dari Al-Qur’an maka ia bagaikan rumah yang rusak.” (HR Tirmidzi)

Dengan dijakanya Al-Qur’an sebagai monument hidup, kelak kitab suci tersebut akan memberi syafaat kepada kita. Orang yang menjadikanya sebagai panduannya, kelak Al-Aur’an akan memandunya. Sabda Rasululloh SAW.

“Puasa dan Al-Qur’an member syafaat kepada seseorang dihari kiamat. Pusa berkata, ‘wahai tuhanku, aku telah menghalanginya dari makan, minum, syahwat, maka berilah aku restu memberikan syafaat kepadanya. ‘Al-Qur’an berkatam, wahai tuhanku, aku telah menghalanginya dari tidur dimalam hari, maka berilah aku restu memberikan syafaat kepadanya.’ Lalu keduanya diberikan restu memberika syafaat.” (HR Ahmad dan Thabrani)

Alangkah bahagianya kelak dihari kiamat bila Al-Qur’an menjamin kita member syafaat sekaligus memandu kita kesurga.

Sumber: buku mendidik anak membaca, menulis, dan mencintai Al-Qur’an.